Pada hari Kamis, 11 Desember 2014, saya mendapat tugas untuk melakukan kebaikan kepada 2 orang dan mendokumentasikannya. Selama kurang lebih 3 jam, saya mendapatkan bahwa kehidupan bukanlah sebuah novel Chicken Soup, apalagi pada hari tersebut. Benar kata ketika tidak dicari bergerombol, ketika dicari tidak ada. Sekeliling sepi sekali. Tidak banyak orang yang sedang bekerja, sehingga saya mendapat banyak jawaban seperti “Saya hanya sedang menunggu” dan kalau ada, menolak bantuan. Orang-orang yang tidak dikenal melihat saya seperti saya sinting dan yang saya kenal tampak tidak membutuhkannya saya malu untuk menawarkan bantuan. Aktivitas umumnya juga minim. Kalau dicontohkan, tidak ada yang sedang menyapu jalanan, tetapi hanya beranda depan rumah mereka yang berpagar.
Mungkin ini karena saya introvert paling introvert yang pernah saya kenal, tetapi secara fisik dan mental saya tidak mampu datang ke seseorang dan langsung berkata-kata padanya, lebih lagi menawarkan bantuan. Rasanya seperti memiliki insting kura-kura untuk masuk kembali ke dalam rumahnya. Menyapa teman saja saya harus meyakinkan diri berkali-kali dulu, kalau orang yang dikenal, rasanya malu setengah mati. Akhirnya saya ciut dan tersenyum saja. Kalaupun saya berhasil menyakinkan diri untuk berkata, bantuannya ditolak.
Sebenarnya saya membantu orang juga, tapi dalam hal-hal kecil yang saya tidak tahu boleh dimasukkan ke dalam tabel atau tidak, seperti meminjamkan pen kepada teman yang mau ulangan susulan atau membantu guru mengontek anak yang belum datang. Kedua hal ini bahkan saya lakukan sebelum tugas dikerjakan dengan bukti berikut.


Sisa hari, saya berkeliling dan berbincang dengan orang-orang yang meski sibuk, dapat mengerjakan segala halnya sendiri dan berkata pada saya tidak ada hal yang dapat saya bantu. Akhirnya saya berpikir pulang saja dan coba di sana karena di sekitar sekolah sepi sekali dan tampaknya tidak ada yang dapat saya kerjakan. Di rumah, saya berpikir bahwa bantuan itu boleh apa saja kan? Dan karena saya introvert, saya memilih sesuatu yang saya dapat lakukan tanpa berkata-kata lewat mulut, melainkan lewat tulisan. Saya mencoba menawarkan bantuan lewat sosial media.
| No | Waktu | Nama | Pekerjaan | Keterangan | TTD |
| 1 | 11.16 PM | Lauren | Freelance Artist (baru lulus kuliah) | Diberi shoutout agar karyanya dapat dikenal lebih banyak orang | ![]() |
| 2 | 12.39 PM | Annie Shen | Asisten Guru Sekolah Mandarin | | |
| 3 | 1.01 PM | Lindsay | Pelajar | |

Satu lagi yang saya lakukan adalah memberikan advis kepada seorang anak SMP yang tinggal di Yogyakarta yang saya kenal lewat sosial media. Ia menanyakan pendapat saya tentang jurusan-jurusan dan berbagai mata pelajaran SMA.
Mungkin semua ini adalah hal-hal yang kecil, tetapi sebuah kebaikan tidak harus besar untuk menunjukkan kepedulian terhadap sesama. Terkadang yang dibutuhkan adalah dalam hal-hal kecil, dan itu tidak apa-apa.
Cerita ditulis oleh SC
Cerita by Redaksi Infoligen is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












