Hedonisme

Menurut sumber dari www.kateglo.com dalam KBBI III, hedonis berasal dari bahasa Yunani yaitu hedone yang berarti kesenangan/ kenikmatan duniawi yang berlebihan dalam diri manusia. Hedonis berpandangan bahwa kenikmatan adalah tujuan utama dalam hidup. Bahkan dalam masa itu terdapat paham nudisme yaitu gaya hidup bertelanjang, dengan paham tersebut lalu terdapat istilah epikuris: “Bergembiralah engkau hari ini, puaskanlah nafsumu karena besok engkau akan mati”. Menurut Romo Heri Susanto S.J, gaya hidup hedonis hampir mirip dengan konsumerisme karena sama- sama merupakan kesenangan duniawi namun yang membuat berbeda adalah porsi kesenangan tersebut. Pada gaya hidup hedonis, kenikmatan yang didapat sudah melebihi porsi yang seharusnya seperti seks bebas, narkoba, game, merokok. Dampak yang didapat dari sikap hidup hedonis itu sendiri adalah penderitaan.

Epikuris

Dewasa ini banyak terlihat di setiap kelas kampus kita, mahasiswa yang mulai menggunakan notebook saat perkuliahan. Beberapa dari mereka berdalih bahwa mengaktifkan notebook saat perkuliahan merupakan sarana pembelajaran. Dengan mengaktifkan notebook, mahasiswa dapat langsung mengunduh bahan perkuliahan langsung pada saat mata perkuliahan sedang berlangsung. Namun sejauh dari pengamatan, sebagian besar mahasiswa mempergunakan dan mengaktifkan notebook untuk berselancar dalam jejaring sosial seperti facebook, twitter,dan memainkan games online, sehingga notebook bukan lagi merupakan kebutuhan namun merupakan gengsi sosial. Pada realita ini, romo Heri mengatakan bahwa hal tersebut kembali pada tingkat kedewasaan pribadi setiap mahasiswa, seberapa besar tingkat kepentingan untuk memanfaatkan fasilitas-fasilitas serupa. jika hal itu melebihi dari porsi yang semestinya, maka kecenderungan yang terjadi ialah cara hidup hedonis.

Menurut dosen Bimbingan dan Konseling, T.A. Harry Prapanca, hedonisme lebih pada kenikmatan yang merupakan keharusan. Dengan kata lain, hedonisme merupakan candu bagi orang sehingga menyebabkan seseorang mencari jalan pintas untuk memenuhi keinginannya. Pada saat tertentu seseorang akan terpuaskan dengan segala macam pemenuhannya. Namun pada titik tertentu, seseorang akan merasa jenuh sehingga memenuhi kebutuhan karena rasa ketagihan yang pada dasarnya tidak memberi kepuasan lagi.

Bermain yang adiktif merupakan kecenderungan cara hidup hedonis
Bermain yang adiktif merupakan kecenderungan cara hidup hedonis

Berbeda lagi jika berbicara tentang hedonis dalam konteks seni, dimana seni telah menjadi ekstasi sehingga seseorang dapat membuat sesuatu yang berharga dan merupakan kepuasan bagi dirinya. Beliau berharap mahasiswa BK dapat belajar dari pengalaman pribadi dalam mendidik siswa kelak karena tidak dapat dipungkiri bahwa mahasiswa memiliki pengalaman personal tentang gaya hidup hedonis. Hal tersebut merupakan proses seperti dalam teori Carl Roger tentang becoming yaitu proses kemen-jadi-an, mahasiswa dibiarkan menikmati dan menyadari proses tersebut sehingga dapat mengolah pengalaman tersebut pada saat mengajar.

Hedonisme pada dasarnya merupakan paham yang negatif, walaupun beberapa orang melakukan rasionalisasi dengan beranggapan menikmati kenikmatan duniawi karena kita tinggal di dunia. Hedonis merupakan perusakan terhadap karakter diri maupun bangsa. Bangsa yang berkarakter adalah bangsa yang sederhana dan kritis dalam menyikapi perubahan jaman.

Hedonisme by A. Indah Purnama is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.